Atas nama cinta

Label:

Wahai wanita, atas nama cinta, jangan sekali-kali engkau serahkan mahkota kegadisanmu sebelum Akad Nikah resmi terucapkan.

Wahai lelaki, atas nama cinta, jangan kau minta dan paksa wanita yang engkau cintai untuk melakukan hal yang belum semestinya.

Atas nama cinta, kalian manis berkata. Tapi sesungguhnya, itu hanyalah nafsu belaka yang berbicara.

Atas nama cinta kalian lakukan dosa, setelah terjadi hanya sesal dan air mata yang akan tersisa.

Jika engkau benar saling mencinta, tentulah kalian saling menjaga.

Ingatlah, hanya dengan sebuah ikatan sumpah suci atas Nama Allah, barulah kalian halal bercumbu mesra.

Itulah sumpah di atas cinta yang sebenarnya.

menegur untuk Nahi Munkar

Label:

Dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits, terdapat banyak contoh cara menegur orang salah atau mendidik orang, dengan cara indah. Di antaranya teguran Allah yang dilontarkan pada pertengahan bulan Syawal tahun tiga Hijriyah, yaitu setelah Perang Uhud yang bersejarah. Teguran indah ini di alamatkan secara khusus pada Jabir bin Abdillah dan keluargnya yang terdiri dari dua golongan, yang keberanian mereka kurang:

إِذْ هَمَّتْ طَائِفَتَانِ مِنْكُمْ أَنْ تَفْشَلَا وَاللَّهُ وَلِيُّهُمَا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنْتُمْ أَذِلَّةٌ فَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ [آل عمران/122، 123].

Artinya:

Ketika itu dua golongan dari kalian telah sengaja mengecut, padahal Allah kekasih dua golongan tersebut.[1] Dan hendaklah orang-orang iman bertawakkal pada Allah! Padahal niscaya sungguh Allah telah menolong kalian di dalam Perang Badar ketika kalian dalam keadaan hina![2] Maka takutlah Allah! Agar kalian bersyukur!.”

Kiranya tidak ada teguran yang lebih indah daripada teguran melalui dua ayat di atas. Bagi Jabir bin Abdillah dan keluarganya teguran tersebut pasti terukir di dinding hati mereka dan takkan dilupakan sepanjang hidup mereka. Bahkan teguran tersebut menjadi hiburan yang selalu diingat-ingat setiap saat.

Bukhari meriwayatkan pernyataan Jabir berkenaan ayat tersebut: صحيح البخاري - (ج 12 / ص 446)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ ابْنِ عُيَيْنَةَ عَنْ عَمْرٍو عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ فِينَا { إِذْ هَمَّتْ طَائِفَتَانِ مِنْكُمْ أَنْ تَفْشَلَا } بَنِي سَلِمَةَ وَبَنِي حَارِثَةَ وَمَا أُحِبُّ أَنَّهَا لَمْ تَنْزِلْ وَاللَّهُ يَقُولُ { وَاللَّهُ وَلِيُّهُمَا }.

Arti (selain isnad)nya:

Dari Jabir RA: “Ayat ini (إِذْ هَمَّتْ طَائِفَتَانِ مِنْكُمْ أَنْ تَفْشَلَا/Ketika itu dua golongan dari kalian telah sengaja mengecut (dan seterusnya)), turun mengenai kami keluarga Bani Salimah dan Bani Charitsah. Namun saya justru tidak senang jika ayat tersebut tidak diturunkan. Keadaan Allah (saat itu) berfirman ‘padahal Allah kekasih dua golongan tersebut (وَاللَّهُ وَلِيُّهُمَا)’.”



Kesimpulan:

Pastikan orang yang ditegur atau dididik tahu bahwa kita berniat baik dan cinta atau perhatian padanya.
Hargailah atu berilah penghargaan pada orang yang ditegur atau dididik tersebut. Pernyataan, “Saya senang berteman dengan kau. Saya merasa beruntung bisa bersalaman dengan kau,” termasuk penghargaan.
Sampaikan pesan dengan bahasa yang indah dan singkat. Kecuali jika dia ingin penjelasan yang lebih panjang.
Pesan indah terkadang tidak diterima karena waktu dan keadaan saat penyampaian, kurang tepat.
Menyampaikan ajaran atau anjuran dengan tutur kata yang indah termasuk ajaran dari Allah, Rasulillah SAW, dan para sahabat nabi SAW.

Cinta dalam diam

Label:

Bagi yang terbiasa menggalau cinta dan
yang ingin terjaga tanpa terbuai cinta cinta semu,,,,

"Jika Benar Cinta ini kerana ALLAH dan sgala sesuatu di ciptakan berpasang supaya kamu mengingat kebesaran ALLAH
Jika benar cinta ini karena ALLAH .Mk akan kubiarkan mengalir mengikuti aliran NYA.
Andai smua krn nafsu belaka maka pisahkan kami secara baik agar tiada yg tersakiti..
Mencintai dalam diam bukan kerana membenci hadirmu..
Tetapi.. Memuliakan dan menjaga kesuciaan mu.
Bukan pula untuk menghindari kesenangan dunia..
Tetapi.. Keinginan hati meraih surga-Nya..
Bukan lemah diri menghadapi segalanya..
Tetapi.. Menguatkan hati dari segala cobaan..
Kerana hadirku mungkin akan menambah ujianmu, menggoyahkan iman dan kelalaian hatimu..
Biarkan aku mencintai dalam diam..
dari kejauhan dgn kesederhanaan..
Tiada yang tahu akan rencana TUHAN , mungkin saja semua ini adalah ujian yang akan membeku secra perlahan..
Biarkan DIA yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya mengalunkan ayat ayat cinta bersatu dan bersama dalam bumi cinta yg penuh dengan rahmat NYA.."

"Jika engkau mulai menyadari bunga-bunga cinta mulai tertanam lembut dalam taman hatimu,,segeralah buat pagar yang kokoh! pasang duri di setiap tangkai bunganya! tanam rumput racun disekelilingnya! sebab cinta sebelum ikatan suci pada hakekatnya adalah nafsu dan cobaan yang besar!"

copaz-edit_Coretan Pena Akhy Pelangi