Mensyukuri

Label:


  • MENSYUKURI NIKMAT pasti ditambah berkalilipat di Duniakhirat..
  • MENSYUKURI MUSIBAH pasti diganti اللّهُ dgn Berkah Berlimpah tanpa disangka2...
  • MENSYUKURI UJIAN Kehidupan pasti اللّهُ kasih JAWABAN solusi sampai kita dapat PUJIAN sederas UJAN hari ini...
  • MENSYUKURI KESENDIRIAN pasti اللّهُ datangkan PASANGAN yang diharapkan yg menjaga KESUCIAN diri dari Noda KERAMAIAN..
  • MENSYUKURI KEHILANGAN pasti اللّهُ Ganti dgn KEBAIKAN2 yang belum diharapkan...
  • MENSYUKURI CACIAN bin MAKIAN pasti اللّهُ jadikan itu CUCIAN bin BILASAN akan dosa2 yg telah lalu...
  • MENSYUKURI KEGAGALAN pasti اللّهُ Limpahkan Kekuatan Tuk meraih KEBERHASILAN yg membanggakan.

Alhamdulillah yah,,,, nikmat paling tak terkira adalah nikmat hidayah,,,,
Allah memberikan nikmat rizki dan jodoh pada semua makhluknya,,,
namun hanya orang yang dicintai Allah yang diberi nikmat hidayah....

hanya saja,, ada 2 nikmat yang sering membuat kita merugi,,,

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Nabi bersabda: “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang”. [HR Bukhari, no. 5933].

MulutMu,,, HarimauMu,,,,

Label:

Diantara patokan dalam berbicara adalah :

- Jangan mengolok-olok dan memanggil dengan gelaran yang buruk, atau memandang rendah orang lain, misalnya : gendut, kurus seperti tiang listrik, bonsai, goblog dll dll

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokan), dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim (QS. Al-Hujurat [49]: 11)

- Jangan bicara terlalu keras atau terlalu pelan, pertengahan saja, agar orang lain mudah menangkap pembicaraan kita.
- Hindari bicara kasar dan menyakitkan, atau bicara halus tapi menyakitkan.
- Berbicaralah dengan penuh perhatian terhadap orang lain, dengarkanlah pembicaraannya dan hormatilah pendapatnya. Hindari berdebat walaupun anda benar dan hindari memotong pembicaraan.

“Aku adalah penjamin sebuah istana di taman surga bagi siapa saja yang menghindari pertikaian (perdebatan) sekalipun ia benar; dan (penjamin) istana di tengah-tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta sekalipun bercanda”. (HR. Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani)

- Jangan bergunjing, mencela atau mengutuk , jangan bicara kotor/keji.

” Seorang mu’min itu bukanlah pencela atau pengutuk atau yang keji pembicaraannya" (HR Bukhari, disahihkan oleh Al Abani)

-Jangan membicarakan apa yang kamu dengar.

“Cukuplah menjadi suatu dosa bagi seseorang yaitu apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar" ( HR Muslim)

- Berbicara yang baik atau diam. Tinggalkan pembicaraan yang sia-sia.

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali bisik-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma`ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia”. (QS. An-Nisa [4]: 114 )

”dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna” (QS. Al Mukminun [23] : 3).

Barangsiapa yang beriman pada ALLAH dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau lebih baik diam.” (HR Bukhari 6018 Muslim 47)

- Berbicaralah dengan hati yang penuh kasih, sehingga kata-kata yang keluar dari bibir kita adalah kata-kata yang baik dan menyejukkan hati yang mendengarnya. Saat hati kita dipenuhi rasa jengkel, marah dan benci, diamlah dulu, eliminasi semua perasaan negatif, bila hati kita sudah damai, silahkan berbicara.

ADAB PELAJAR

Label:


Menurut kitab Bustanul'arifin

Membenarkan Niatnya agar bermanfaat ilmu yang ia pelajari dan memberi kemanfaatan kepada orang yang mengambil ilmu darinya, jika ingin membenarkan niatnya maka butuh 4 niat: yaitu :

  1. Niat keluar dari kebodohan

  2. Niat memberi kemanfaatan kepada makhluq

  3. Niat menghidupkan agama sebab jika orang-orang meninggalkan belajar maka ilmu hilang

  4. Niat untuk mengamalkannya.

Dan sebaiknya bagi pelajar mencari ilmu karena Allah dan darul Achiroh, maka sesungguhnya ia akan mendapatkan dua perkara :

من كان يريد حرث الآخرة نزد له فى حرثه ومن كان يريد حرث الدنيانؤته منها وماله فى الآخرة من نصيب, وروى زيدبن ثابت عن النبى صلى الله عليه وسلم أنه قال: من كانت نيته الدنيا فرق الله عليه أمره وجعل فقره بين عينيه ولم يأته فى الدنيا إلاماكتب الله له, ومن كانت نيته الآخرة جمع الله شمله وجعل غناه فى قلبه وأتته الدنيا وهى راغمة.

Jika tidak mampu untuk membenarkan niat maka yang belajar lebih utama dari pada meninggalkannya. Karena jika mempelajari ilmu maka maka ia diharapkan untuk membenarkan niat.

* Sebaiknya pelajar jangan meninggalkan sesuatu dari fardlu, atau mengakhirkan dari waktunya,

* Sebaiknya pelajar jangan menyakiti seseorang karena ilmu maka akan hilang berkah ilmunya.

* Sebaiknya pelajar jangan pelit dengan ilmunya, jika seseorang meminjam kitab, atau jika dimintai tolong untuk memberi kefahaman suatu masalah atau lainnya, maka jangan pelit, sebab tujuan belajar awalnya memberi kemanfaatan kepada makhluq pada masa yang akan datang maka tidak sebaiknya mencegah kemanfaatan dimasa sekarang.

Abdulloh bin Mubarok bersabda : Siapa bakhil (pelit) dengan ilmunya maka dicoba dengan salah satu dari tiga masalah : adakalanya mati maka hilang ilmunya, atau dicoba dengan sulton yang sangat dzolim, atau dicoba dengan lupa ilmu yang telah dihafalnya.

* sebaiknya pelajar menghormati ilmunya maka janganlah meletakkan kitab ditas tanah, jika ingin memegang kitab disunnhkan dalam keadaan suci

* Sebaiknya pelajar rela dengan penghidupan yang rendah tanpa meninggalkan bagian dirinya dari makan minum dan tidur.

* Sebaiknya pelajar mensedikitkan berteman dan bergaul juga berteman dengan wanita, dan janganlah sibuk dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.kata pepatah siapa yang sibuk dengan hal-hal yang tidak bermanfaat maka ia melakukan hal yang tidak bermanfaat.

* Sebaiknya pelajar melanggengkan menderes, dan mengingat pelajarannya bersama temannya atau sendirian. Dalam Al-quran : يايحيى خذالكتاب بقوة artinya pelajarilah kitab dengan giat dan bersungguh-sungguh.

* Sebaiknya bagi pelajar jika terjadi pertengkaran atau permusuhan dengan temannya maka lakukanlah dengan halus dan ucapan yang lembut agar membedakan antara pelajar dan orang bodo.

* Sebaiknya pelajar mengagungkan gurunya maka sesungguhnya mengagungkan guru itu tampak barokah ilmu didalamnya. Jika tidak menghormatinya atau merendahkannya maka hilanglah barokah ilmu darinya

* Sebaiknya pelajar berkasih sayang kepada manusia karena dikatakan,

خير الناس من يدارى وشر الناس من يمارى artinya sebaik-baik manusia orang kasih sayang, dan sejelek-jelek manusia orang yang bertengkar.

Dikatakan pelajar mendapat kemanfaatan dengan ucapan gurunya jika pada pelajar ada tiga perkara:

1. Tawadlu'(Rendah diri)

2. alkhirshu (cinta belajar)

3. menghormati gurunya

Maka dengan tawadlu'nya (rendah dirinya) mendapat kesuksesan dalam mencari ilmu, dengan cintanya kepada ilmu ia dan dengan menghormati gurunya ia dikasihi ulama (guru).